Di tengah pesatnya perkembangan zaman, wisata religi tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Selain menjadi sarana untuk mengenang tokoh-tokoh besar Islam, perjalanan spiritual juga sering menjadi cara untuk menenangkan pikiran sekaligus memperdalam pemahaman tentang sejarah. Salah satu destinasi yang sering dikunjungi peziarah adalah makam Mbah Sholeh Darat yang berada di wilayah Malang, Jawa Timur.
Bagi sebagian orang, nama Mbah Sholeh Darat mungkin tidak sepopuler tokoh-tokoh wali yang tergabung dalam Wali Songo. Namun, dalam sejarah perkembangan Islam di Nusantara, beliau merupakan salah satu ulama besar yang memiliki pengaruh sangat luas. Pemikiran, karya, dan perjuangannya dalam menyebarkan ilmu agama meninggalkan jejak yang masih terasa hingga hari ini.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai makam Mbah Sholeh di Malang, sejarah tokohnya, daya tarik kawasan makam, hingga alasan mengapa tempat ini menjadi tujuan ziarah bagi banyak orang.
Mengenal Sosok Mbah Sholeh Darat
Mbah Sholeh Darat adalah nama yang sangat dihormati dalam dunia keilmuan Islam di Indonesia. Nama lengkap beliau adalah Muhammad Sholeh bin Umar. Julukan “Darat” melekat karena beliau pernah tinggal dan berdakwah di kawasan pesisir utara Semarang yang dikenal dengan nama Kampung Darat.
Beliau lahir pada abad ke-19 dan dikenal sebagai seorang ulama yang memiliki penguasaan mendalam terhadap berbagai disiplin ilmu Islam, mulai dari tafsir, fikih, tasawuf, hingga ilmu bahasa Arab.
Keistimewaan Mbah Sholeh Darat tidak hanya terletak pada kedalaman ilmunya, tetapi juga pada keberaniannya menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang mudah dipahami masyarakat Jawa pada masa itu.
Pada masa kolonial Belanda, penggunaan bahasa Arab dan pendidikan Islam sering mengalami berbagai pembatasan. Mbah Sholeh Darat kemudian mengambil langkah yang cukup revolusioner dengan menerjemahkan berbagai kitab ke dalam bahasa Jawa menggunakan aksara Arab Pegon.
Langkah tersebut membuat masyarakat yang tidak menguasai bahasa Arab tetap dapat memahami ajaran agama secara lebih mendalam.
Guru Para Tokoh Besar Bangsa
Nama Mbah Sholeh Darat semakin dikenal karena beliau pernah menjadi guru sejumlah tokoh penting yang kemudian berpengaruh besar dalam sejarah Indonesia.
Di antara murid-murid beliau yang terkenal adalah:
- KH Hasyim Asy’ari
- KH Ahmad Dahlan
- KH Ahmad Rifa’i
- Raden Ajeng Kartini
Kisah yang paling sering diceritakan adalah hubungan beliau dengan Kartini. Konon, Kartini sangat tertarik memahami makna Al-Qur’an yang selama itu dibacanya tanpa mengetahui arti secara mendalam. Setelah mendengarkan penjelasan Mbah Sholeh Darat mengenai tafsir Al-Qur’an, Kartini merasa sangat terkesan dan terdorong untuk mempelajari Islam lebih jauh.
Dari sinilah lahir salah satu karya tafsir berbahasa Jawa yang menjadi tonggak penting dalam sejarah literasi Islam Nusantara.
Makam Mbah Sholeh Darat di Malang
Di Malang, terdapat makam yang diyakini memiliki keterkaitan dengan dakwah dan penyebaran ajaran yang diwariskan oleh Mbah Sholeh Darat. Kawasan makam ini menjadi salah satu tujuan ziarah masyarakat yang ingin mengenang jasa-jasa para ulama besar dalam membangun peradaban Islam di Jawa.
Suasana di sekitar makam relatif tenang dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Pepohonan yang tumbuh di sekitar area makam memberikan nuansa sejuk dan teduh. Banyak peziarah datang bukan hanya untuk berdoa, tetapi juga untuk mencari ketenangan batin.
Pada hari-hari tertentu, terutama menjelang bulan Ramadan, bulan Muharam, dan peringatan haul, jumlah peziarah biasanya meningkat cukup signifikan.
Lokasi Makam
Makam Mbah Sholeh berada di:
📍 Kompleks Makam Syekh KH Muhammad Sholeh
- Jalan Raya Sulfat
- Kelurahan Purwantoro
- Kecamatan Blimbing
- Kota Malang, Jawa Timur
Lokasinya berada tidak jauh dari kawasan Pondok Pesantren Baitur Rohmah dan cukup mudah ditemukan karena berada di tepi jalan utama. Di dalam kompleks tersebut terdapat makam Mbah Sholeh, putra-putranya, serta beberapa tokoh keluarga pesantren
Suasana Spiritual yang Kental
Salah satu hal yang membuat makam ini menarik adalah atmosfer religius yang masih sangat terasa.
Ketika memasuki area makam, pengunjung biasanya akan disambut suasana yang hening. Banyak orang memilih duduk sejenak untuk membaca tahlil, surat Yasin, atau berzikir.
Bagi sebagian peziarah, kunjungan ke makam ulama bukan sekadar tradisi. Mereka memandang ziarah sebagai sarana untuk mengingat kematian, menghormati perjuangan para pendahulu, sekaligus mengambil pelajaran dari kehidupan orang-orang saleh.
Nilai-nilai inilah yang membuat makam para ulama tetap ramai dikunjungi hingga sekarang.
Arsitektur dan Lingkungan Sekitar
Meskipun tidak semegah kompleks makam para wali besar di Jawa, kawasan makam Mbah Sholeh Darat memiliki daya tarik tersendiri.
Bangunan makam umumnya mempertahankan nuansa tradisional Jawa dengan sentuhan arsitektur Islam. Beberapa bagian menggunakan unsur kayu dan ornamen sederhana yang mencerminkan kesahajaan.
Lingkungan sekitar juga masih didominasi suasana pedesaan yang asri. Hal ini membuat para pengunjung merasa lebih nyaman dan dapat beribadah dengan khusyuk.
Udara yang relatif sejuk khas wilayah Malang menjadi nilai tambah bagi para peziarah yang datang dari luar daerah.
Tradisi Haul yang Selalu Dinanti
Setiap tahun masyarakat biasanya mengadakan haul sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa ulama.
Acara haul tidak hanya diisi dengan doa bersama, tetapi juga pengajian, pembacaan manaqib, kajian sejarah perjuangan dakwah, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Momentum ini menjadi sarana silaturahmi bagi para santri, ulama, dan masyarakat umum yang memiliki kecintaan terhadap warisan keilmuan Islam Nusantara.
Dalam acara tersebut, banyak kisah inspiratif tentang perjuangan Mbah Sholeh Darat yang kembali diceritakan kepada generasi muda agar nilai-nilai perjuangan beliau tidak hilang ditelan zaman.
Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Mbah Sholeh Darat
Ada banyak hikmah yang dapat dipelajari dari perjalanan hidup beliau.
1. Pentingnya Pendidikan
Mbah Sholeh Darat menunjukkan bahwa pendidikan merupakan kunci kemajuan umat. Beliau menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mengajar dan menulis.
2. Dakwah yang Membumi
Beliau menyampaikan ajaran Islam dengan bahasa yang dipahami masyarakat. Pendekatan ini membuat dakwah menjadi lebih efektif dan diterima berbagai kalangan.
3. Semangat Menulis
Warisan terbesar beliau bukan hanya murid-muridnya, tetapi juga karya-karya tulis yang masih dipelajari hingga sekarang.
4. Keteguhan dalam Berdakwah
Di tengah tekanan kolonial, beliau tetap konsisten menyebarkan ilmu agama dengan cara yang bijaksana dan damai.
Tips Berziarah ke Makam Mbah Sholeh Darat
Agar kunjungan lebih nyaman dan bermakna, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Datang dengan niat berdoa dan mengambil pelajaran.
- Menjaga kebersihan area makam.
- Mengenakan pakaian yang sopan.
- Menghormati peziarah lain yang sedang beribadah.
- Tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan ajaran agama.
- Memanfaatkan kesempatan untuk mempelajari sejarah tokoh yang diziarahi.
Dengan sikap yang baik, ziarah dapat menjadi pengalaman spiritual yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Peran Makam Ulama dalam Wisata Religi Indonesia
Keberadaan makam ulama seperti Mbah Sholeh Darat menunjukkan bahwa wisata religi bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan intelektual dan spiritual.
Setiap makam ulama menyimpan cerita perjuangan, pengorbanan, dan keteladanan yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat modern. Di tengah kehidupan yang serba cepat, tempat-tempat seperti ini mengingatkan manusia akan pentingnya ilmu, akhlak, dan kedekatan dengan Tuhan.
Karena itulah makam para ulama tetap menjadi bagian penting dari peta wisata religi Indonesia hingga saat ini.
Baca juga : Wisata Spiritual di Malang
Penutup
Makam Mbah Sholeh Darat di Malang bukan sekadar tempat peristirahatan seorang ulama. Lebih dari itu, lokasi ini menjadi simbol warisan keilmuan, keteladanan, dan perjuangan dakwah yang telah memberi warna besar bagi perkembangan Islam di Nusantara.
Mengunjungi makam ini memberikan kesempatan untuk mengenang sosok ulama yang berhasil menjembatani ilmu agama dengan kebutuhan masyarakat pada zamannya. Dari perjuangannya, kita belajar bahwa ilmu yang disampaikan dengan ketulusan akan terus hidup bahkan setelah pemiliknya tiada.
Bagi pecinta wisata religi, peziarah, maupun penikmat sejarah Islam Indonesia, makam Mbah Sholeh merupakan salah satu destinasi yang layak dikunjungi untuk memahami lebih dekat jejak ulama besar yang pengaruhnya masih terasa hingga hari ini.





