Juragan Transportku – Travel Malang

Bandara Juanda: Ikon Kebanggaan Transportasi Udara Surabaya

Bandara Juanda

Bandara Juanda – Bandara paling terkenal di Surabaya adalah Bandara Internasional Juanda, yang merupakan bandara tersibuk ketiga di Indonesia. Bandara Internasional Soekarno Hatta menempati urutan pertama, diikuti oleh Bandara Internasional Ngurah Rai di urutan kedua.

Bandara Internasional Juanda adalah salah satu pintu masuk utama menuju Kota Surabaya dan Provinsi Jawa Timur. Bandara ini terletak di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, sekitar 26 kilometer dari Kota Surabaya, atau sekitar 45 menit hingga 1 jam berkendara.

Sebagai bandara internasional, Bandara Juanda selalu ramai dengan penumpang setiap harinya. Bandara ini memiliki dua terminal, yaitu Terminal 1 dan Terminal 2. Simak selengkapnya dibawah ini ulasan mengenai Bandara Juanda.

Mengenal Bandara Juanda

Bandara Surabaya dikenal dengan nama Bandar Udara Internasional Juanda atau Juanda International Airport. Bandara ini dioperasikan oleh PT Angkasa Pura I. Nama Bandara Internasional Juanda diambil dari Ir. Djuanda Kartawidjaja, Wakil Perdana Menteri terakhir Indonesia, yang menjadi pelopor pembangunan bandara ini.

Bandara Internasional Juanda terletak di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sekitar 20 km di selatan kota Surabaya. Lokasi strategis ini menjadikannya salah satu bandara utama di Indonesia, melayani berbagai penerbangan domestik dan internasional. Bandara Internasional Juanda memiliki dua jenis terminal.

  1. Terminal I melayani penerbangan domestik, termasuk maskapai seperti Citilink, Airfast, Batik Air, Lion Air, Wings Air, Sriwijaya Air, NAM Air, Kalstar, Trigana Air, Travira Air, dan Susi Air.
  2. Terminal II dikhususkan untuk penerbangan internasional, dengan layanan dari maskapai seperti Garuda Indonesia, AirAsia, Indonesia AirAsia, Indonesia AirAsia Extra, Cathay Pacific, China Airlines, Tiger Air, EVA Air, Royal Brunei, dan SilkAir.

Sejarah Bandara Juanda

Bandar Udara Internasional Juanda mulai dibangun pada tahun 1959 dan diresmikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia pada 12 Agustus 1964 dengan nama Pangkalan Udara TNI-AL atau Lanudal Juanda (dpm-ptsp.surabaya.go.id).

Sebelum dibangunnya Bandar Udara Internasional Juanda, lokasi ini awalnya berfungsi sebagai pangkalan udara di Surabaya. Pangkalan tersebut dikenal sebagai Pangkalan Udara TNI-AL Moro Krembangan yang terletak di daerah Perak. Selain digunakan untuk kepentingan militer, pangkalan ini juga melayani penerbangan sipil yang menggunakan pesawat Dakota.

Pangkalan udara Moro Krembangan mengalami renovasi dan pembangunan ulang karena dianggap tidak memenuhi persyaratan untuk mendukung operasi militer dan keperluan sipil.

Pada periode 1964-1981, Bandar Udara Juanda dibangun dan dikelola oleh TNI AL. Setelah diresmikan, Bandar Udara Internasional Juanda digunakan untuk keperluan penerbangan militer, mendukung Operasi Dwikora dan Trikora.

Periode 1981-1984 Dikelola Dirjen Perhubungan Udara Perkembangan penerbangan sipil yang semakin meningkat menyebabkan meningkatnya kesibukan dipihak TNI-AL. Hal ini sejalan dengan keluarnya, SKB 2 Menteri yaitu Menhankam dan Menhub yang berisi pernyataan jika Lanudal Juanda merupakan bandar udara bersama antara militer dan sipil. Kemudian, SKB 3 Menteri, Memperindag, Menhub dan Menkeu Nomor 855, 139 dan 677 keluar dan Bandara Juanda sebagai bandara ekspor impor, sehingga dikelola oleh PT. Persero Angkasa Pura I.

Perbedaan Bandara Juanda Terminal 1 dan 2

Perlu diketahui rata-rata perbedaan antara Terminal 1 dan Terminal 2 di Bandara Juanda. Selain lokasinya yang cukup berjauhan, kedua terminal tersebut melayani jenis penerbangan yang berbeda.

Jarak antara kedua terminal cukup jauh, sekitar 15 menit berkendara. Namun, pengelola Bandara Juanda menyediakan shuttle bus gratis untuk mengantar penumpang antara Terminal 1 dan Terminal 2. Apa saja perbedaan antara Terminal 1 dan Terminal 2 di Bandara Juanda? Simak ulasan berikut.

Terminal 1

Terminal 1 di Bandara Juanda adalah bangunan pertama yang dibangun. Namun, karena jumlah penumpang melebihi kapasitas, pemerintah memutuskan untuk membangun Terminal 2. Terminal 2 terletak di lokasi bekas terminal lama Bandara Juanda dan mulai beroperasi pada Februari 2014.

Pengelola bandara menggunakan Terminal 1 untuk melayani semua penerbangan domestik. Peningkatan jumlah penumpang yang terus menerus membuat renovasi dan perluasan terminal ini.

Pengelola memperluas bandara ke arah timur. Awalnya, Terminal 1 memiliki luas 67.000 meter persegi, namun sekarang telah bertambah menjadi 91.700 meter persegi. Selain itu, area ruang tunggu juga mengalami perluasan, dari 16.340 meter persegi menjadi 19.940 meter persegi. Terminal ini memiliki tiga pintu keberangkatan, yaitu sebagai berikut:

  • Pintu IA digunakan oleh maskapai Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air Service.
  • Pintu IB digunakan oleh AirAsia, Sriwijaya Air, NAM Air, Wings Air, Super Air Jet, dan Airfast Indonesia.
  • Pintu IC digunakan oleh Lion Air dan Batik Air.

Terminal 2

Sementara itu, Terminal 2 melayani penerbangan domestik dan internasional. Pengelola membangun Terminal 2 Bandara Internasional Juanda pada Juni 2011 dengan tujuan mengurangi kepadatan di Terminal 1.

Seluruh kegiatan operasional di Terminal 2 sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 pada tahun 2019 dan letusan Gunung Kelud. Terminal ini kembali beroperasi pada akhir 2021. Terminal 2 Bandara Internasional Juanda melayani penerbangan domestik dan internasional, dengan beberapa pintu keberangkatan. Terminal ini juga dilengkapi dengan tenant makanan dan minuman siap saji serta penjual kuliner khas Surabaya, sehingga penumpang dapat menikmati makanan sebelum atau setelah perjalanan mereka.

Beberapa maskapai yang beroperasi di Terminal 2 Bandara Juanda antara lain Garuda Indonesia, AirAsia, Lion Air, China Airlines, Singapore Airlines, EVA Air, Cathay Pacific, dan Jetstar.

Daftar Fasilitas Bandara Juanda

Bandara Juanda menyediakan banyak fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan pengguna layanannya. Semua fasilitas tersebut dirancang sebaik mungkin agar tidak ada keluhan atau orang-orang yang merasa dirugikan.

Hotel di Dalam Bandara Juanda

Salah satu fasilitas di Bandara Juanda yang akan memudahkan adalah hotel di dalam bandara. Karena sering terjadi penundaan penerbangan, Bandara Juanda, baik Terminal 1 maupun Terminal 2, menyediakan fasilitas hotel.

Fasilitas hotel ini tidak perlu diragukan karena dilengkapi dengan berbagai perlengkapan yang memadai dan nyaman untuk digunakan.

Ruang Tunggu yang Nyaman

Ketika menunggu jadwal penerbangan, kamu tidak perlu khawatir harus berdiri karena sudah disediakan kursi-kursi yang nyaman di ruang tunggu. Jumlah kursi yang tersedia cukup banyak, meskipun saat ini masih diberlakukan aturan jaga jarak.

Meski kasus virus Covid-19 di Indonesia sudah menurun drastis, berbagai aturan tetap diterapkan untuk meminimalisir penyebarannya. Di sekitar ruang tunggu juga tersedia fasilitas cuci tangan lengkap dengan sabun.

Tempat Sholat

Bagi penumpang beragama Islam, Bandara Juanda menyediakan mushola untuk melaksanakan sholat lima waktu sebelum penerbangan. Mushola ini dilengkapi dengan tempat wudhu yang memadai dan air bersih.

Selain itu, tersedia beberapa mukena bersih yang dapat digunakan oleh pengunjung. Namun, karena jumlahnya terbatas, biasanya penumpang harus bergantian dan mengantri untuk sholat.

Pusat Belanja dan Oleh-oleh

Selain menyediakan fasilitas umum, di sekitar Bandara Juanda juga terdapat pusat belanja dan oleh-oleh. Pengunjung dapat memilih dari berbagai macam pilihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Baca Juga: 7 Kelebihan Antar Jemput Travel Malang-Juanda Surabaya

Akses Wifi

Di Bandara Juanda, pengunjung tidak perlu khawatir tentang kehabisan kuota internet karena tersedia fasilitas Wifi Gratis yang dapat digunakan dengan bebas.

Itulah ulasan mengenai Bandara Juanda Surabaya. Anda dapat memilih Juragan Transport untuk perjalanan dari Malang ke Surabaya atau Bandara Juanda, baik dengan layanan door to door atau rental mobil dengan sopir atau lepas kunci.

Juragan Transport Malang siap membantu perjalanan Anda dengan berbagai pilihan layanan seperti Travel Malang Surabaya dan Travel Malang Juanda. Dengan tarif yang bersaing seperti Travel Malang Surabaya Door to Door seharga 150 ribu dan Travel Malang Juanda Door to Door seharga 110 ribu, Juragan Transport memastikan perjalanan Anda berlangsung lancar dan nyaman.

Selain layanan reguler Travel Malang Juanda, Juragan Transport juga menyediakan layanan Carter drop. Layanan ini mencakup penyediaan mobil beserta sopir dan bahan bakar untuk mengantar serta menjemput Anda dari dan ke Bandara Juanda.